Saya punya banyak nama. Kalo yang baru kenal panggilnya Icha, ketika SD saya dipanggil Icha kecil. sejarahnya seperti ini. Dulu dalam kelas saya ada dua orang yang namanya icha, yang satu nama lengkapnya Sitti Roisatunnisa dan yang satunya lagi Nur Raisah Maddeppungeng. Nah, berhubung karena kedua Icha ini tidak ada yang mo ngalah untuk merelakan nama mereka diganti, makanya teman-teman mereka mengambil inisiaatif untuk menambahkan "ekor" pada kedua nama mereka. Si Nur Raisah Maddeppungeng yang bertubuh imut (cieeeh, maunya... :D) diberi nama "icha kecil" dan melekatlah nama itu selama 6 tahun. Bahkan, ketika saya bertemu teman kecil (teman SD maksudnya) nama itu masih melekat. Yang saya pertanyakan slama ini, knapa teman kelas saya tidak memberikan "ekor" di belakang nama sya seperti "imut" atau "mungil" atau apalahh... :D
Ini foto saya ketika masih duduk di kelas 4 SD
trus, si Icha kecil kemudian lanjut SMP di Pondok Pesantren Ummul mukminin. Sebenarnya alasan utamanya kenapa ingin masuk pesantren hanya karena ingin merasakan bagaimana rasanya pegang uang sendiri, ngatur belanjaan, dan nyimpan uang sendiri. aneh ya... tapi karena keanehan itu, si Icha bisa tau dikit-dikit tentang agama, walupun hanya 3 tahun mondoknya. hampir sama sejarahnya ketika SD. si icha imut eh maksudnya icha kecil kemudian berubah nama menjadi "icha Rais"...
selanjutnya si Icha rais melanjutkan pendidikannya di SMAN 2 Tinggimoncong. skolah ini juga sekolah asrama, hampir sama dengan pesabtren tapi skolah ini bukan skolah biasa. Sekolah yang mengajarkan bagaimana menghargai orang lain dan tentunya diri sendiri. di sini si Icha Rais punya banyak nama. Ca'dii (nama blogq nih), ca'bengge', ca'dikang, cancorang, duuhh banyak dek pokoknya. tapi yang paling tenar itu ca'di...
ini nih fotonya seangkatan...
setelah itu, saya lanjutin belajar di Universitas Negeri Makassar. berhubung saya sudah jatuh cinta sama yang namanya CHEMISTRY makanya saya pilih jurusan ituu....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar